Hidup ini memang keras. Kehidupan ini hanyalah untuk orang-orang kuat yang mampu bertahan hidup. Hidup ini hanya diperuntuhkan untuk orang-orang yang tegar dalam menjalaninya. Hidup ini tidaklah pantas untuk para pecundang dan para pengecut. Mereka akan tersingkir dari kehidupan ini. Mereka tak mampu menghadapi tekanan, tak mampu untuk bertahan, tak mampu untuk menahan rasa sakitnya cobaan yang ditemuinya.
Para pecundang ataupun para pengecut tak memahami bahwa memang hidup ini mengandung berbagai halang rintang, cobaan, penderitaan dan kesusahan. Mereka terus mengeluh dan protes terhadap apa yang menimpanya. Padahal mengeluh tak menghilangkan masalah, justru malah menambah sulit dalam menyelesaikan masalah. Mereka tak menyadari bahwa memang terkadang hidup harus mengalami pedihnya ujian dan rasa sakitnya cobaan.
Sebuah pepatah klasik mengatakan,”Kemenangan kita yang paling besar bukanlah karena kita tidak pernah jatuh, melainkan karena kita bangkit setiap kali jatuh.” Memang untuk menjadi orang besar, kesulitan dan penderitaan harus kita lewati. Semakin tinggi pohon semakin besar angin yang menerpanya. Dan justru kesulitan dan penderitaan itu yang membuat orang berkualitas.
Tahukah engkau untuk menjadikan perak murni, maka pemurniaannya harus dilakukan tujuh kali. Terus dilakukan penyaringan dan penyaringan agar perak yang tadinya keruh, kini bisa digunakan untuk bercermin. Begitu juga kita, jika kita ingin menjadi pribadi yang berkualitas, kita harus melewati berbagai permasalahan, kesulitan dan penderitaan agar jiwa kita bertambah besar, dan disitulah kita diterpa untuk menjadi pribadi yang kuat dan bernilai.
Bagi orang yang sudah memahami hidup, ia justru memberanikan masuk kedalam masalah, karena ia tahu bahwa masalah lah yang membuatnya besar, hanya dengan masalah lah kita diterpa untuk mejadi orang yang kuat dan bernilai. Emas itu berharga karena telah melewati masa-masa sulit, dilebur dalam panasnya api. Begitu juga berlian, berlian itubernialai karena ditempa dengan tekanan dan gosokan. Maka, jadilah emas dan berlian yang tegar menjalani kesulitan dan penderitaan, sehingga engkau menjadi orang-orang yang sangat bernilai.
Thomas Alfa Edison, gagal seribu kali dan pernah laboratoriumnya terbakar, Kolonel Sanders pun harus bertubi-tubi mengalami penolakan hingga akhirnya sekarang kita bisa menikmati gurihnya Fried Chicken dan masih banyak lagi kisah orang-orang sukses yang mengalami kesulitan dan penderitaan, tetapi pada akhirnya mereka tersenyum menikmati hasil-hasil setelah melewati halang rintang itu. Orang sukses fokus pada impian, cita-cita, tujuan atapun harapan yang ingin dicapai. Tetapi orang gagal, selalu melihat permasalahan yang mengahalanginya.




0 komentar:
Posting Komentar